Keluarga

Ternyata Bukan Cinta yang Terpenting Dalam Pernikahan, Tapi 3 Hal Ini

 

Apakah cinta adalah yang terpenting dalam pernikahan? Jika ya, mengapa banyak orang yang menikah atas nama cinta kemudian bercerai dengan mudah? Dengan alasan cinta telah memudar.

Nyatanya, cinta pada pasangan bukanlah hal yang paling penting dalam sebuah pernikahan, apalagi saat ini cinta seolah-olah sulit dibedakan dengan hawa nafsu dan masalah seksual, sehingga ada beberapa hal yang dianggap lebih penting daripada cinta dalam pernikahan. Apa sajakah hal tersebut?

1. Tanggungjawab
Mengapa Rasulullah menganjurkan seorang pria untuk mendahulukan aspek agama seorang wanita yang akan dinikahinya dibandingkan kecantikan, keturunan, atau hartanya?

“Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan  kecantikannya; maka pilihlah yang beragama” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Karena wanita cantik namun akhlak (agamanya) tidak baik, kemungkinan besar tidak memiliki rasa tanggungjawab dalam pernikahan. Ia akan banyak menuntut suami tanpa mempedulikan kewajibannya sebagai istri atau ibu.

Dan mengapa pula seorang wanita dan keluarga wanita dianjurkan memilih pria yang beriman sebagai suami/ menantu? Al-Hasan bin Ali rahimahullah pernah berkata pada seorang laki-laki:

“Kawinkanlah puterimu dengan laki-laki yang bertakwa sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika tidak menyukainya maka dia tidak akan mendzaliminya.”

Ya, karena seseorang yang beriman pada Allah akan bertanggungjawab dan tidak mendzolimi pasangan hidupnya. Jika disuruh memilih antara orang yang kita cintai tapi tidak bertanggungjawab, dengan orang yang bertanggungjawab tapi tidak kita cintai, mana kira-kira yang lebih langgeng dalam sebuah pernikahan?

2. Pengertian
Sifat pengertian tentu saja menjadi hal penting dalam pernikahan. Suami dan istri yang selalu meminta dimengerti tanpa mau saling mengerti, bisa dipastikan akan segera kehilangan pesona cinta.

3. Rasa Sayang
Apa perbedaan sayang dengan cinta? Biasanya cinta itu pamrih, ada kepentingan nafsu di dalamnya, ada tuntutan untuk mendapat balasan yang setara atau bahkan lebih, yang tentu saja jika tidak diperoleh bisa mengakibatkan frustasi atau kecewa yang mendalam.

Sedangkan rasa sayang itu lebih murni, perasaan ingin melindungi, ingin memberikan kebahagiaan dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan atau pamrih apapun.

Sumber: ummi-online.com

Related Articles

Back to top button