Terimalah Pasangan Hidup Kita Apa Adanya

 

Salah satu konsekwensi yang harus kita ambil setelah memutuskan untuk menikah dan memilih pasangan sebagai pendamping hidup kita. Maka kita harus bisa menempatkan diri sebagaimana fungsi pakaian bagi pasangan kita, yang menutupi cela, melengkapi kekurangan, dan menjadikannya lebih indah dan sempurna.

… هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ…

“… mereka (istri-istri kamu) adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasannya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu…” (QS. Al-Baqarah: 187)

Pernikahan adalah suatu ikatan yang menyatukan dua keluarga besar yang mungkin berbeda suku, kultur dan budaya serta pola asuh yang diterapkan pada masing-masing keluarga.

Tentu saja tidak mudah merubah karakter yang telah melekat pada pasangan hidup kita.

Oleh karena itu, kita harus memahami dan mengenali lebih jauh tentang pasangan hidup kita.

Bila ada kekurangan pada pasangan kita, hendaknya kita bersabar dan berusaha melengkapinya, karena tidak ada manusia yang sempurna, setiap manusia pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan.

Kita tidak boleh sekali-kali membandingkan pasangan hidup kita dengan pasangan hidup teman kita.

Kita harus bisa menerima apa adanya pasangan hidup kita, kelebihan dan kekurangannya, begitu juga pasangan kita akan menerima kekurangan dan kelebihan kita.

Dengan begitu, tidak akan terbuka celah untuk terjadinya suatu perceraian, sebab bila terjadi perceraian belum tentu kita akan mendapatkan pengganti yang lebih baik dari sebelumnya.

Sumber: kesyurgabersamamu.blogspot.co.id