Produksi Air Liur Pada Bayi Berlebihan? Lakukan Penanganan Segera

 

Ngeces merupakan kebiasaan yang umumnya dimiliki oleh setiap bayi yang menginjak usia antara 8 – 11 bulan atau 2 tahun.

Hal ini dianggap wajar dimana bayi masih pada masa pertumbuhan gigi serta kemampuan menelan makanannya yang belum terkontrol secara sempurna sehingga merangsang air liur tampak mudah mengalir dari dalam mulutnya.

Tapi bagaimana jika produksi air liur itu keluar secara berlebih di atas usia 2 tahun? Perlu di waspadai bahwa umur yang diatas dua tahun, sebenarnya sudah memiliki kemampuan menelan dengan baik. Sehingga kebiasaan ngeces jauh lebih berkurang, jika ditemui si kecil masih ngeces hal tersebut dapat memicu gangguan saluran pernapasan.

Itu berarti si kecil memiliki alergi maupun gangguan pada mekanisme penelanan yang justru diperlukan penanganan serius. Akibatnya bisa memicu keterbelakangan metal atau keterlambatan perkembangan pada anak.

Ngeces yang tidak normal jangan dianggap enteng apalagi dibandingkan dengan mitos yang berkembang di masyarakat, bayi ngeces bukan akibat dari ngidamnya sang ibu yang tidak keturutan pada masa kehamilan.

Jika memasuki fase yang dirasa menganggu, baiknya lakukan penanganan sedini mungkin. Coba lakukan pencegahan di rumah :

Latih Anak Untuk Menelan Dengan Baik
Jika anak terlihat mengeces arahkan anak untuk menggerakkan kepala kebelakang agar air liur terkumpul ke belakang tenggorokan untuk memicu refleks penelanan.

Ingatkan Anak Untuk Menutup Mulut
Ketika anak yang telah memasuki usia di atas 2 tahun tetap mengeces usahakan ingatkan menutup mulutnya, setiap kali ia membuka mulut tanpa ia sadari untuk mencegah keluarnya air liur berlebih.

Namun, jika hal tersebut masih berlanjut hingga anak berumur 5 tahun, ada baiknya anak di konsultasikan ke dokter supaya memperoleh terapi okupasi untuk membantu kontrol postur tubuh dan terapi memperbaiki tonus otot dan kontrol pengeluaran air liur.

Oleh: Amalia Anzhafa

Sumber: jitunews.com