Kesehatan

“Nenek, Mengapa Semakin Tua Beratmu Bertambah?” Nenek Pun Menjelaskan “4 Penyebab” yang Membuatku Waspada!

Aku seorang remaja 18 tahun, tubuhku tinggi dan langsing. Namun banyak temanku berkata “Jika kau tua nanti, postur tubuhmu akan seperti nenekmu, gemuk!”

Hal itu membuatku bertanya-tanya dalam hati “apakah benar jika tua nanti aku akan gemuk seperti nenek? Apakah ada faktor turunan?”

Demi membuktikan hal itu, aku pun bertanya langsung pada nenek “nek, mengapa orangtua semakin tua beratnya bertambah banyak?”

Lalu nenek pun menjelaskan 4 penyebab diantaranya:

1. Penurunan hormon estrogen


Karena penurunan fungsi ovarium, jumlah hormon estrogen juga akan berkurang, karena estrogen memiliki pengaruh penting dalam mengendalikan distribusi lemak pada wanita.

Jumlah hormon estrogen juga akan berkurang juga dapat memperlambat metabolisme dan meningkatkan akumulasi lemak terutama di area perut.

Serta menghambat penurunan fungsi kelenjar pituitari (organ kecil yang berada di bawah otak), gangguan sistem saraf otonom, dan juga menyebabkan rangsangan makan lebih banyak.

Penurunan hormon estrogen juga dapat menyebabkan osteoporosis, mudah menyebabkan disfungsi pada sebagian organ, menimbulkan ketidaknyamanan saat latihan, dan lebih mudah menambah berat badan.

 2. Mengurangi massa otot dan mengurangi tingkat metabolisme basal


Jika kita duduk atau berbaring, tubuh kita mengkonsumsi energi untuk mempertahankan fungsi tubuh. Metabolisme basal bisa disebut kebutuhan energi untuk mempertahankan temperatur tubuh, kerja paru-paru, pembuatan sel darah merah, detak jantung, filtrasi ginjal, dan lain sebagainya.

 Penelitian telah menunjukkan bahwa massa otot wanita menopause akan menurun secara bertahap, yang menghasilkan penurunan tingkat metabolisme basal. Namun jika memasuki usia menopause masih memiliki kebiasaan makan banyak yang sulit diubah serta kurangnya olahraga, hal ini menyebabkan kelebihan kalori di dalam tubuh.

 3. Penurunan hormon progesteron


Selain estrogen, hormon progesteron wanita juga akan berkurang. Dalam hal ini bisa meningkatkan jumlah penguraian lemak, terutama lemak subkutan. Jika dibiarkan begitu saja. Bisa menyebabkan obesitas karena penurunan tingkat progesteron.

 4. Gaya hidup

Para dokter mengatakan bahwa wanita menopause yang terkena obesitas terkait dengan gaya hidup dan turunan keluarga. Jika keluarga memiliki riwayat keluarga obesitas, serta pernikahan dini, kebiasaan makan makanan tidak sehat,  waktu makan yang tidak teratur, kurang tidur, depresi, minum alkohol, penggunaan obat-obatan, kemoterapi, dll, faktor dapat meningkatkan kemungkinan obesitas.

Kita tahu bahwa berat badan mempengaruhi kesehatan seseorang. Jika terlalu gemuk memudahkan kita terkena penyakit, jika terlalu kurus bisa menyebabkan kita kekurangan gizi.

Untuk wanita separuh baya atau berusia lanjut, berapa berat badan yang ideal dan sehat?

Mari kita lihat tabel berat badan ideal di bawah ini:

 

Jika kamu berada dalam kisaran berat badan ideal, maka selamat! Tubuhmu adalah tipe yang proporsional dan sehat.

Namun jika kamu berada dalam berat badan yang relatif kurus, kamu tidak boleh membiarkan berat badanmu terus turun. Kamu dapat mempertimbangkan untuk makan lebih banyak makanan bergizi, karena terlalu kurus tidak baik untuk kesehatan.

 

Dan jika kamu berada dalam berat badan yang relatif berat, kamu harus berhati-hati, karena orang gemuk mudah terkena kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi dan penyakit lainnya.

 Bagaimana cara menghitung berat standar?

 「menimbang badan」的圖片搜尋結果

Sebenarnya ada banyak rumus untuk menghitung berat standar. Namun standar berikut ini direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO):

Pria: Berat badan standar = (tinggi – 80) × 70%

Wanita: Berat badan standar = (tinggi – 70) × 60%

 Jika setelah kamu hitung berat badanmu dengan rumus, dan kau mendapati berat badanmu dalam kisaran 10% ke bawah, maka kamu ada di berat badan ideal. Lebih dari 10% berarti kelebihan berat badan, dan lebih dari 20% mengalami obesitas.

Sumber: Pretties 

Related Articles

Back to top button