Keluarga

Jika Istrimu Menangis Dihadapanmu, Peluklah Dia Meski Menolak, Tetaplah Kau Peluk

 

Bila istrimu menangis di hadapanmu, peluklah dia, biarpun dia menolak, tetap peluklah dengan erat. Menangis di atas meja selamanya tidak akan pernah terasa lebih nyaman dan selain menangis dalam pelukkanmu.

Bila istrimu mengatakan tentang kesalahanmu, tolong jangan selalu mengatakan dia cerewet, itu semua karena ia peduli padamu.

Bila istri sedang kesal dan mengabaikanmu, jangan ikut-ikutan tidak peduli, ini adalah tantangan bagi kalian, saatnya membuang gengsi.

Bila istri tidak mau mendengarkan dan berbalik badan berjalan meninggalkanmu, kejarlah dia.

Bila kau sungguh mencintainya, apakah kau tega meninggalkannya sendirian.

Bila istrimu berkata: “kamu pergi saja, aku tidak mau memperdulikanmu” jangan percaya begitu saja, mungkin itu hanya dibibir saja, sedang hatinya tidaklah demikian, sebenarnya itu adalah saat dimana dia paling membutuhkanmu.

Bila istrimu marah, suasana hatinya sedang tidak enak dan tidak mau makan, jangan bertanya mau makan apa, dia pasti berkata tidak mau semuanya.

Belikan makanan kesukaannya, tunggu suasana hatinya membaik dan berikan pada dia, jangan menggunakan ancaman bahwa kamu juga tidak mau makan.

Hargai istrimu, tidak perlu berfikir terlalu rumit, Apa yang wanita mau selalu sederhana selamanya. Terkadang, berkompromi bukanlah berarti mengaku kalah, itu adalah suatu sikap memahami.

Memaafkan bukan berarti lemah. Melainkan sebuah kepedulian dan menghargai.

Semoga kita semua mendapatkan pasangan yang sholeh/sholehah dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Sumber: keluarga-terkini.blogspot.com

Related Articles

Back to top button