Sejarah

Islam Sudah Hadir di Jepang Sejak Tahun 1900, In Buktinya

 

Saat negara Jepang berada di bawah tekanan negara-negara Barat saat Perang Dunia I, pemerintah setempat memutuskan untuk membangun hubungan persahabatan dengan negara Timur Tengah dan mulai bertukar kunjungan.

Dan yang paling penting dari kunjungan tersebut adalah misi dikirimnya Abdul Hamid II (yang memerintah Kekhalifahan Islam yang berpusat di Turki pada tahun 1876-1909) ke Jepang dengan memakai kapal laut Ertugrul yang dikawali oleh lebih dari enam ratus perwira dan tentara yang dipimpin oleh laksamana Ustman Pasha pada tahun 1890. Kunjungan tersebut kemudian menjadi bukti pertama hadirnya Islam di negeri Sakura tersebut.

Seperti dilansir World Bulletin pada Selasa (16/8), dalam perjalanan pulang setelah misi itu berhasil mencapai Jepang dan bertemu Kaisar Jepang, badai sengit mendera kapal dan kejadian terjadi masih di perairan Jepang, hingga menyebabkan kematian lebih dari 550 orang termasuk adik Sultan.

Bencana besar tersebut membuat terharu kedua belah pihak. Awak kapal yang selamat kemudian diberangkatkan dengan dua kapal Jepang ke Istanbul. Para syuhada tersebut dimakamkan dekat dengan lokasi kecelakaan dan sebuah museum didirikan tidak jauh tempat itu. Turki dan Jepang masih merayakan acara ini sampai hari ini di situs yang sama setiap lima tahun.

Saat kapal pengantar pulang dengan selamat, seorang wartawan muda Jepang yang bernama Torajiro Noda yang membawa sumbangan dari Jepang untuk keluarga korban, berangkat ke Istanbul dan menyerahkan sumbangan tersebut kepada pemerintah Turki. Ia bertemu Sultan Abdul Hamid II, yang memintanya untuk tinggal di Istanbul dan mengajarkan bahasa Jepang untuk petugas dinasti Utsmaniyah.

Selama tinggal di Istanbul, dia bertemu Abdullah Guillaume, seorang Muslim Inggris dari Liverpool, Inggris yang memperkenalkan Noda kepada Islam. Setelah diskusi panjang bahwa Islam adalah kebenaran, Noda memeluk Islam dan memilih untuk diberi nama Abdul Haleem, sebuah dokumen di museum Turki menunjukkan kebenaran sejarah ini.

Bahkan, Abdul Haleem Noda dianggap sebagai Muslim Jepang pertama. Setelah ia, ada warga Jepang yang lain bernama Yamada yang pergi ke Istanbul pada tahun 1893 untuk memberikan donasi yang telah dikumpulkannya ke rumah keluarga syuhada di Turki. Setelah berhasil didakwahi, ia menjadi orang Jepang kedua yang memeluk Islam.

Kemudian ia mengganti namanya menjadi Abdul Khaleel. Dia tinggal di Istanbul beberapa tahun kemudian untuk mengurus bisnis dan terus membina hubungan persahabatan dengan Turki setelah pulang ke Jepang sampai kematiannya.

Orang Jepang ketiga yang memeluk Islam adalah seorang pedagang Kristen yang bernama Ahmad Ariga. Ia mengunjungi Bombay, India pada tahun 1900. Pemandangan yang indah dari Masjid di sana menarik perhatiannya. Kemudian ia pergi kesana dan menyatakan masuk Islam. Selama periode ini, sejumlah pedagang Muslim India mulai tinggal di Tokyo, Yokohama dan Kobe, sehingga mereka dianggap komunitas Muslim pertama di Jepang.

Sumber: bersamaislam.com

Related Articles

Back to top button