Inilah 7 Sikap Istri Dalam Menghadapi Suami Pelit

 

Memberikan nafkah kepada istri dan keluarga adalah kewajiban suami. Hukumnya wajib memberi nafkah dengan baik sesuai dengan kemampuan dan kelapangan rezekinya menurut Al-Qur’an dan sunnah.

Namun ternyata tidak semua istri beruntung memiliki suami yang dapat bersikap bijak dalam menafkahi. Sungguh buruk jika seorang suami memiliki harta namun bersikap bakhil kepada istrinya.

Suami mempersulit saat istri meminta uang belanja, namun suami menghamburkan harta untuk kepentingan yang tidak jelas seperti: membeli rokok berbungkus-bungkus per hari, memberikan aksesoris berlebih pada kendaraan atau jalan-jalan ke tempat jauh dengan teman-temannya yang menghabiskan banyak uang.

Bagaimanakah sebaiknya sikap istri menghadapi suami yang bakhil dalam memberikan nafkah kepada istri? Berikut ini hal-hal yang bisa istri lakukan:

1. Menyampaikan Kepada Suami Dengan Baik Dan Santun Tentang Keberatan Atas Sikap Bakhilnya
Cari waktu yang tepat dan ajak suami untuk berdiskusi.Sampaikan keberatan atas sikapnya. Sampaikan juga dampak dari sikap kikirnya, misal: kebutuhan anak yang terbengkalai atau kurangnya nutrisi dalam makanan anak.

Sampaikan dengan baik, semoga terketuk pintu hatinya sehingga suami akan lebih longgar dalam memberikan nafkah. Janganlah bersikap kasar, karena sikap banyak mencela dan mengkritik akan merenggangkan hubungan suami istri dan menimbulkan kebencian.

2. Ajaklah Suami Untuk Berbelanja Kebutuhan Bulanan
Dengan mengajak suami berbelanja, istri dapat menunjukkan berapa besar kebutuhan dasar untuk keluarga. Istri sebaiknya memilih bahan-bahan pokok, jangan membeli yang kurang diperlukan agar tidak menimbulkan kesan boros.

Beberapa kasus keuangan yang terjadi dalam rumah tangga terjadi karena suami  tidak percaya istri dapat mengelola keuangan dengan baik alias boros.

3. Memberikan Rincian Kebutuhan Bulanan Kepada Suami
Buatlah rincian tertulis kebutuhan belanja keluarga dengan rapi dan jelas. Di saat yang tepat, ajak suami untuk mendiskusikan rincian tersebut. Jika selama ini nafkah yang diberikan kurang, maka seharusnya suami dapat mengintrospeksi sikapnya selama ini.

4. Membuat Rencana Yang Menarik Seandainya Ada Sisa Uang Belanja
Istri dapat membuat ilustrasi sederhana tentang angan-angannya untuk mengganti cat rumah, membeli sepeda motor baru, atau rencana lainnya. Setiap manusia punya mimpi.

Jika suami melihat ada suatu rencana yang sangat baik yang tengah disusun oleh sang istri dengan sisa uang belanjanya, maka tidak mustahil suami akan memberikuan dukungan dengan memberikan uang belanja yang lebih besar.

5. Mendorong Suami Pada Komunitas Positif
Pemahaman agama yang baik insya Allah akan membuka mata hati suami akan kewajibannya terhadap keluarga. Karena itu, istri sebaiknya dapat mendorong suami pada kegiatan positif seperti aktivitas keagamaan.

Selain akan mengalihkan  perhatiannya dari kegiatan yang sifatnya hanya menghamburkan uang, tentunya juga akan bermakna positif pada ruh nya dan pengembangan perekonomian keluarga.

6. Membuka Diri Pada Cakrawala Tentang Wirausaha
Seandainya istri sudah mengupayakan segala cara, namun suami masih tidak mau merubah sikapnya, mungkin sudah saatnya memikirkan wirausaha untuk menambah pemasukan untuk kebutuhan dapur dan sekolah anak.

Membuat kue, es lilin, atau membuka warung sembako bisa menjadi alternatif pilihan. Semoga dengan kesungguhan dan kerja keras istri dalam mencari tambahan uang nafkah, hati suami akan terketuk.

7. Senantiasa Berdoa
Allah Swt, dialah dzat yang Maha Kuasa yang dapat membolak-balikkan hati makhluknya. Senantiasa bertakwalah kepada Allah dalam mengurusi suami dan anak-anaknya.

Terhadap cobaan yang diberikan, bersabarlah dan perbanyak berdoa terutama di waktu-waktu yang mustajab (di sepertiga malam terakhir misalnya) karena doa memiliki kekuatan yang sangat dahsyat.

Bakhil atau pelit adalah bencana. Terhadap seorang istri yang diuji dengan suami yang bakhil, semoga Allah Swt menolongnya dalam kesabaran dan memberi petunjuk kepada suaminya. Aamiin…

Sumber: ummi-online.com