Keluarga

8 Hal yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Tinggal di Rumah Mertua

 

Setelah menikah, pindah tinggal bersama mertua di rumahnya merupakan hal yang mengerikan bagi sebagian orang. Terlebih lagi jika pasanganmu sangat dekat dengan mertua. Kamu mungkin akan takut jika tidak diperhatikan atau merasa seperti orang asing di rumah tersebut.

Supaya kamu nggak kaget, sebelum pindah ke rumah mertua ada baiknya kamu persiapkan mental untuk hal yang mungkin akan kamu alami.

1. Menjadi Bahan Omongan Mertua dan Tetangga
Di awal-awal tinggal bersama mertua merupakan waktu yang sulit. Pertama, harus menyesuaikan dengan keadaan rumah. Kedua, belajar mengurus pasangan, Ketiga, beradaptasi dengan mertua, nggak lupa juga bersosialisasi dengan tetangga.

Jika mertuamu merupakan tipe yang memiliki banyak teman, mau tidak mau kamu harus siap mental untuk menjadi obrolan teman-temannya, especially ada beberapa perilaku kamu yang tidak bisa diterima oleh mertuamu.

Oleh karena itu, hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum pindah ke rumah mertua adalah mengenal baik keluarga, sikap serta peraturan di rumah pasanganmu tersebut. Tak ada salahnya mengalah di awal. Lama kelamaan kamu akan terbiasa untuk bersikap baik dan menjaga hubungan dengan mertua.

2. Banyak Protes
Kamu dan mertua merupakan dua pihak asing yang tinggal bersama dalam satu rumah dalam ikatan keluarga. Wajar, di awal kedatanganmu mungkin akan susah dalam beradaptasi, terutama menyamakan situasi dan kondisi di rumah.

Di waktu awal juga mertuamu mungkin akan banyak mengeluh atau protes dengan sikap, perilaku, hasil kerja, bahkan perlakuanmu terhadap pasangan. Sebenarnya sih maksud mertuamu itu baik, mengajarkanmu untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi.

Namun hanya saja perbedaan gaya hidup dan juga situasi kondisi rumah yang berbeda dan membentengi kalian. Terimalah semua kritikan dengan kepala dingin dan dada lapang. Mau bagaimanapun, mertuamu itu orang tuamu juga.

3. Dianggap Pemalas Jika Tidak Cepat Tanggap
Entah itu cucian piring yang menumpuk, pakaian suami yang belum disetrika, mobil atau motor yang parkir sembarangan di luar, diam diri di kamar seharian, hal-hal tersebut memang terlihat sepele.

Namun ketika kamu sudah mulai memasuki dunia pernikahan dan hidup bersama mertua, hal-hal tersebut sangat berpengaruh terhadap penilaiannya terhadapmu.

Wajar jika kadangkala kamu ingin bermalas-malasan sendiri atau bersama pasangan, namun tidak bisa sesering itu saat kamu tinggal di rumah mertua. Kamu harus tetap melaksanakan tugas rumah dan juga membangun hubungan dengan mertua.

4. Berniat “Membantu” Masalah Tumah Tangga
Namanya juga tinggal satu rumah, mertuamu pasti akan tau setiap kali kalian mendapatkan masalah. Kadangkala, naluri orang tua yang ingin tau dan berniat membantu itu muncul, namun juga kadangkala sebagai menantu, kamu merasa terpojokkan dan tidak punya privasi.

Oleh karena itu, penting hukumnya untuk kalian mengkomunikasikan hal ini agar dapat menyelesaikan masalah sendiri tanpa dicampuri orang tua. Bicarakan dengan pasanganmu bahwa kalian harus menjaga komunikasi dengan baik atas segala masalah agar sang mertua tidak tau menau.

5. Memberikan Saran yang Berlebih
Mertuamu hidup di zaman yang berbeda denganmu. Sudah menjadi rahasia umum bahwa seringkali terdapat perbedaan pola pikir, gaya hidup dan juga cara penyelesaian masalah.

Kamu akan menemukan waktu di mana mertuamu akan sering memberikan saran dan nasihat yang sebetulnya tidak sesuai dengan kondisi sekarang ini.

Jangan membantah dan jangan menolak masukannya. Terimalah semuanya baik-baik. Toh wewenang bersikap dan mengambil keputusan ada di tanganmu. Namun sebaiknya tetaplah jaga sikap dan buatlah mereka merasa didengarkan meskipun sebenarnya kamu melakukan yang sebaliknya.

6. Sering Menyuruh-nyuruh
Sebenarnya, ada dua pemicu hal ini: mertua yang sudah menganggapmu seperti anak sendiri sehingga tidak ragu lagi untuk meminta tolong atau mertua yang menganggap “selama ada menantu, kenapa nggak dimanfaatin aja”.

Hal tersebut bergantung dengan kedekatan kamu dengan sang mertua, jika kalian sudah sangat akrab, permintaan tolong pasti tidaklah berat untukmu dan kamu tidak akan segan untuk langsung melakukannya. Jadi, pendekatan diri sangatlah penting!

7. Menghakmilikkan Pasangan
Kadangkala, ada orang tua yang merasa cemburu saat anaknya sudah menikah, terlebih lagi seorang ibu terhadap anak laki-lakinya dan seorang ayah ke anak perempuannya.

Bukan berarti mertuamu tidak sayang terhadapmu, hanya saja kadang kala mereka ingin lebih disayang oleh pasanganmu dan tidak ingin tersaingi, makanya sekeras mungkin mereka berusaha untuk mencari waktu untuk dihabiskan dengan anaknya yang kadang membuatmu tidak punya “quality time” dengan pasangan.

8. Cari Perhatian Dengan Pasangan
Berhubungan dengan poin di atas, mertua yang tidak mau tertandingi olehmu akan sering mencari perhatian pasanganmu.

Mulai dari minta diantarkan saat hari libur, minta ditemani ke suatu acara, hingga minta dibelikan ini itu untuk makan malamnya. Hal ini akan terasa berat di awal pernikahanmu.

Namun lagi lagi, komunikasilah yang patut dijaga oleh kalian agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Saat kamu sudah merasakannya, jangan segan untuk langsung menceritakannya kepada pasangan agar ia bisa membagi perhatiannya juga ke kamu.

Bagaimanapun juga, mertua adalah orang tua yang melahirkan pasanganmu yang juga sudah menjadi orang tuamu. Wajib hukumnya untuk kamu juga menghormati mereka dan menyayangi mereka seperti kamu menyayangi anaknya.

Di awal memang akan terasa sulit, namun lama kelamaan kamu akan lebih mudah untuk beradaptasi. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga sikap di depan mertua dan menjaga hubungan yang baik agar mereka juga akan melakukan hal yang sama terhadapmu.

Sumber: thebridedept.com

Related Articles

Back to top button